Menyelami Strategi Persuasi dalam Kontestasi Politik

 

Menyelami Strategi Persuasi dalam Kontestasi Politik

Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu menjadi fenomena kontestasi politik dengan segala hiruk-pikuk kampanye yang renyah untuk dikaji dari berbagai lini disiplin ilmu. Zakina, mahasiswa pascasarjana doktoral Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, membuat disertasi dengan topik compliance gaining dalam pemasaran politik pada studi kasus Pilkada DKI Jakarta 2017. Disertasi Zakina berusaha mempelajari seberapa jauh kita bisa memprediksi preferensi pemilih dalam sebuah pemilihan gubernur yang ketat sebagaimana yang terjadi dalam Pilkada Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta 2017 dengan menggunakan teori compliance gaining (mendapatkan kepatuhan) yang pertama kali dicetuskan oleh Marwell dan Schmitt (1967). Compliance gaining, sederhananya adalah strategi persuasi dalam komunikasi secara persona maupun komunikasi yang dilakukan oleh individu atau kandidat dengan calon pemilih di level kelompok yang lebih luas atau publik saat kampanye politik berlangsung. Dalam disertasi ini, compliance gaining diduga dapat mempengaruhi preferensi pemilih.Hasilnya, penelitian menemukan bahwa expertise paling banyak digunakan di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, sedangkan rewarding paling banyak digunakan di putaran pertama. Punishing paling sedikit digunakan di kedua putaran tersebut. Rewarding, expertise, dan moral persuasion terbukti berpengaruh terhadap pereferensi pemilih. Ketiga strategi ini signifikan pengaruhnya bagi seluruh pasangan di putaran pertama dan signifikan pula pengaruhnya hanya bagi pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di putaran kedua.Zakina berhasil mempertahankan disertasinya ini di hadapan penguji dalam sidang doktoralnya yang diketuai langsung oleh dekan FISIP UI, Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc. Ia berhasil menjadi doktor dengan predikat cumlaude dalam sidang doktoralnya yang digelar di Auditorium Juwono Soedarsono pada Kamis (06/07).

Kategori Target Audience: 
Kategori Konten: