Primary tabs

Hindari Hal-hal Berikut Saat Mengendarai Mobil Matic

 

Hindari Hal-hal Berikut Saat Mengendarai Mobil Matic

Dengan keadaan jalan penuh kemacetan seperti saat ini, alternatif logis ketika berkendara ialah dengan memakaimobil transmisi matic. Dengan bantuannya, Anda tidak perlu repot menaik-turunkan posisi gigi. Cukup injak pedal gas dan rem, dan Anda dapat konsentrasi ke jalan.

Walaupun demikian, Anda tak dapat memperlakukannya mobil matic dengan seenaknya. Mekanisme dalam transmisi ini memerlukan perlakuan yang bijak supaya umur pakainya dapat bertahan lama. Kecuali itu, kehati-hatian  menggunakan juga berkaitan dengan kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Maka, perhatikan hal-hal berikut ketika mengendarai mobil matic:

Jangan Segera Pindah dari D ke R

Sekali lagi, sebab berharap langsung melaju  kencang, Anda lantas memindahkan gigi dari D ke R ketika mau mundur. Padahal mestinya transmisi otomatis butuh waktu untuk membalikkan arah putaran ke mundur. Akan tambah parah lagi kalau Anda mengerjakannya ketika mobil matic masih berjalan. Di dalam, kerusakan dapat terjadi pada planetary gear dan one way clutch. Mekanisme penerus daya seperti as kopel atau as roda depan bisa turut serta berkurang umur pakainya. Apalagi bila tidak hati-hati saat menyetir mobil matic di tanjakan. Untuk itu, caranya adalah masukkan dahulu ke N, biarkan sebentar, lalu pelan geser ke R. Biarkan sebagian ketika sampai mesin benar-benar terhubung dengan transmisi. Umumnya ditandai oleh entakan halus.

Jangan Pakai Telpon Genggam Saat Berkendara

Sebab tangan kiri relatif santai, Anda langsung berasumsi untuk bebas menggunakan telepon genggam. Ingat, kedua tangan diperlukan ketika olah kemudi. Jangan membiasakan mengemudi cuma dengan satu tangan. Hal yang demikian itu semestinya saat bermanuver  kencang atau di daerah susah, tangan Anda tak dapat bergerak dengan baik. Kecuali itu berhubungan dengan aspek keselamatan berkendara. Walau konsentrasi pada tuas transmisi berkurang banyak, konsisten saja Anda seharusnya melihat secara seksama keadaan jalan. Dan itu susah dilaksanakan kalau pikiran terbagi ke ponsel.

Cukup Kickdown Saat Menyalip

Sebab berkeinginan merespon mobil lain yang menyalip kencang, kita acap kali menurunkan posisi gigi ketika menyalip. Tak salah kalau dilaksanakan adakalanya terjadi persoalan  bila Anda lupa mengembalikan ke D. Terbendungnya gigi di posisi lebih rendah memboroskan konsumsi BBM.

Sebab dipaksakan, seringnya perpindahan gigi secara manual berefek pada longgarnya bearing yang berada pada main shaft. Kejadian ini ditandai dengan kian lamanya perpindahan antara gigi yang ada. Untuk amannya, cukup injak pedal gas lebih dalam atau kickdown ketika menyalip seperti diulas pada artikel http://www.gadis.co.id/blog-content-1493, dan biarkan transmisi menurunkan sendiri posisi gigi cocok dengan keperluan. Hal ini mengurangi risiko rusaknya bagian transmisi.

Pakai Gigi Rendah di Jalan Menurun

Jangan paksakan di D ketika  menuruni pegunungan seperti di Puncak. Jangan ragu untuk menurunkan posisi gigi satu step atau overdrive agar mesin menerima efek engine brake. Kalau turunannya lebih terjal, Anda dapat menurunkannya satu posisi lagi. Atau pun di posisi gigi 1 jika memang diwajibkan. Upaya ini juga menolong kerja rem supaya lebih ringan.

Lantas kembalikan gigi ke posisi normal ketika|dikala menemui jalan rata. Bila tidak, bobot kopling akan kian berat. Aplikasi katup pada transmisi matic konvensional bisa membikin per di balik aktuator piston bermasalah dampak tekanan berlebih. Hal ini mengakibatkan perpindahan menjadi tak nyaman atau mengentak. Bila ini terjadi, terpaksa seharusnya menjalankan penggantian bagian. Perlakuan serupa bisa dicapai pada jalan menanjak.