MRC Departemen Manajemen FEB UI Gelar The 11th Master’s Journey in Management (MJM) & The 7th Bachelor’s Journey in Management (BJM) Business Case Competition

 

MRC Departemen Manajemen FEB UI Gelar The 11th Master’s Journey in Management (MJM) & The 7th Bachelor’s Journey in Management (BJM) Business Case Competition

MRC Departemen Manajemen FEB UI Gelar The 11th Master’s Journey in Management (MJM) & The 7th Bachelor’s Journey in Management (BJM) Business Case Competition

 

Rifdah Khalisha – Humas FEB UI

DEPOK – (25/10/2023) Management Research Center, Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia menggelar “The 11th Master’s Journey in Management (MJM) & The 7th Bachelor’s Journey in Management (BJM) Business Case Competition” yang diumumkan pada Rabu (25/10), di Gedung Pascasarjana, FEB U.

Kompetisi ini mengundang mahasiswa strata 1 (S-1) untuk BJM dan strata 2 (S-2) untuk MJM semua jurusan di Indonesia untuk berpartisipasi dalam kompetisi menyelesaikan studi kasus riil berkaitan dengan manajemen. Tema yang diusung pada 2023 ini adalah “BP JAMSOSTEK: Creating Excellent Service Value Towards Universal Coverage of Social Security Protection”.

Solusi dinilai berdasarkan kedalaman analisis, kreativitas, dan relevansi pemecahan masalah. Para finalis yang berhasil melaju ke babak akhir harus memaparkan studi kasus tersebut di hadapan para juri.

The 11th Master’s Journey in Management (MJM) dimenangkan oleh Juara 1 Funtastic Three – UI; Juara 2 Crescere Innovate – Universitas Tarumanegara; Juara 3 Management Extraordinary Team – UGM; Juara Harapan 1 Seri Cempaka Andalas – Universitas Andalas; Juara Harapan 2 Defense Management – Universitas Pertahanan; serta Juara Harapan 3 Ksatria Udayana – Universitas Udayana.

Sementara untuk The 7th Bachelor’s Journey in Management (BJM) Business Case Competition dimenangkan oleh Juara 1  Avant Garde – UI; Juara 2  Nawasena – UGM; Juara 3  134144 – ITB; Juara Harapan 1  Yunen – Universitas Andalas; Juara Harapan 2  Tim Tam – UI; serta Juara Harapan 3  Mlgkinsey – Universitas Brawijaya.

Pada kegiatan ini diselenggarakan pula Kuliah Umum “BPJS Ketenagakerjaan: Creating excellence service value towards universal coverage of social protection” ✨ dengan menghadirkan Teguh Dartanto, Ph.D (Dekan FEB UI) sebagai welcoming speaker serta Roswita Nilakurnia (Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan) dan Pramudya Iriawan Buntoro (Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan) sebagai keynote speaker.

 

Pramudya mengutarakan bahwa dalam siklus hidup seseorang, perlu adanya perlakuan negara yang berkeadilan sebagai upaya dalam mengurangi terjadinya risiko sosial. Fungsi perlindungan sosial sangat erat kaitannya dalam siklus dan aspek kehidupan.

Terlebih saat usia produktif, Jaminan Sosial membantu pekerja agar terlindungi dari risiko sosial, seperti kehilangan atau berkurangnya pendapatan berupa uang (in-cash benefit) atau pelayanan (in-kind benefit), yang disebabkan oleh sakit, persalinan, kecelakaan kerja, pengangguran, kecacatan, hari tua, atau meninggal. Selain itu, kebutuhan akan biaya pemeliharaan kesehatan dan tunjangan keluarga dengan anak.

Ia menjelaskan, “BPJS Ketenagakerjaan bertransformasi dari perusahaan yang profit oriented (BUMN) ke badan hukum publik nirlaba, menuju universal coverage. Kami mencoba sebaik mungkin dalam memastikan pekerja di seluruh Indonesia terlindungi, dengan lima program jaminan, yakni Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Hari Tua (JHT).”

“Fokus BPJS Ketenagakerjaan dalam menjawab Global Challenges for Social Security dituangkan dalam upaya peningkatan target kepesertaan sesuai Rencana Strategis 2022-2026 dan perlindungan bukan penerima upah, khususnya pekerja rentan,” imbuhnya.

Sejauh ini, tindakan yang dilaksanakan untuk mengatasi kesenjangan, di antaranya mengoptimalkan ekosistem desa, pasar, UKM, petani, dan nelayan; mengoptimalkan kampanye “Kerja Keras Bebas Cemas” ke desa; mengembangkan fitur aplikasi JMO; monitoring, evaluasi, dan review pelaksanaan sistem keagenan secara berkala; membangun dan meningkatkan kemitraan kepada peserta; membangun kerjasama dengan mitra perbankan; mereview penyesuaian besaran iuran, literasi jaring pengaman sosial, dan dukungan regulasi untuk PBI; serta mengirimkan Email, WhatsApp, dan SMS pengingat kepada peserta.

Lebih lanjut, Roswita menambahkan, “Jaminan Sosial termasuk bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak. Oleh karena itu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang selanjutnya disingkat BPJS adalah badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program Jaminan sosial.”

Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan yang modern dan mudah diakses, “Kami ingin hadir lebih dekat dengan seluruh peserta untuk memastikan bahwa mereka benar-benar merasakan kemudahan layanan yang kami berikan. Jadi, ke depan layanan BPJS Ketenagakerjaan semakin sempurna dan sesuai kebutuhan mereka.”

BPJS Ketenagakerjaan terus melakukan simplifikasi dan optimalisasi layanan, baik fisik maupun digital, yang berfokus pada customer centric. Seluruh kantor cabangnya hadir dengan konsep ruang layanan baru yang lebih nyaman, terbuka, ramah disabilitas, dan terstandarisasi secara nasional.

Tidak hanya dari sektor fisik, kini BPJS Ketenagakerjaan telah memiliki kanal Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) dan Aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) di sektor digital yang kini disukai para peserta. Bahkan, berhasil memangkas proses klaim semula 5 hari menjadi hanya 15 menit. Aplikasi tersebut terus dikembangkan dengan penambahan berbagai fitur. Harapannya, ini mampu memudahkan peserta mengakses manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Hingga Agustus 2023, jumlah klaim terus meningkat hingga 46,11%. Lewat beragam kemudahan layanan yang kami berikan ini berhasil membuktikan bahwa untuk layanan JHT dapat mencapai succes rate 99,88 persen,” pungkas Roswita mengakhiri paparan.

Acara ini terselenggara atas dukungan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Paragon Technology and Innovation.

Kategori Target Audience: 
Kategori Fakultas: 
Kategori Konten: